Month: February 2018

Hadiah Surgawi Sang Ilahi

Terpesona oleh selera seni sang Ilahi, yang seakan menerbangkan serbuk besi di langit tinggi. Terpana hingga tersenyum geli karena makhluk-makhluknya, seperti hadiah surgawi obati luka hati.   Berpendaran benih-benih kebahagiaan. Bersahutan rima-rima suka cita. Terbawa suasana. Hanyut dalam nikmat. Resapi, Syukuri.   Berangsur buluh nadi berdenyut tenang, perlahan. Kuraba-raba lagi memori, atau yang kukira luka …

Hadiah Surgawi Sang Ilahi Read More »

Bersama Semut Api dan Pohon Mati

Semut api berbaris di antara pohon-pohon mati, berbagi duka dan sengsara antar sesama. Tonggeret bersuara parau berteriak, menyambut hujan dengan ceria. Biawak bersembunyi di balik semak yang dingin. Ikan gabus berpesta pora menyambut lahan yang meluas.   Ada kontradiksi dari semua aksi. Kadang kita tersenyum dan tertawa, kadang kita merenung dan merana.   Kepada pohon, …

Bersama Semut Api dan Pohon Mati Read More »

Mesti Merindu?

Manusia organisme hidup berkembang dan tumbuh orgasme dan kembali bersetubuh. Hidup, tumbuh, bersetubuh, hidup!   Tapi begitu sering kita terlena dalam egoisme pribadi. Tak berteman cerita bercanda apalagi berbagi.   Bukankah kita sama mesti merindu? Agar hati tak mati membiarkan diri mengasihi berjumpa dan bahagia.   Karena memiliki cinta, bukan berarti memiliki dunia.