9 Buku fiksi fantasi yang wajib kamu baca

9 Buku Fiksi Fantasi yang Wajib Kawan Baca

Halo selamat siang kawan froteast, di artikel kali ini kami akan membahas penulis buku novel fiksi fantasi dan karya novel fiksi terbaik berdasarkan tim froteast yang sudah dibaca.

Buku-buku berikut sudah kami baca semua, jadi memang ini adalah penilaian yang subjektif, namun saya tetap berikan rekomendasi agar kawan semua bisa membacanya, karena mereka ini penulis yang sangat bagus.

Mari kita mulai saja.

Seri fiksi fantasi novel fantasi Harry Potter karangan J. K. Rowling

Nah daftar pertama memang didekasikan buat penulis paling terkenal di daftar ini, tidak lain adalah J. K. Rowling penulis seri novel Harry Potter yang sudah sangat dikenal di dunia dan Indonesia.

Selain jadi salah satu penulis dengan penjualan terbaik sepanjang massa, cerita Harry Potter juga paling banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa. Ditambah fan base cerita yang ada dimana-mana di seluruh dunia.

Jadi buat kawan yang ingin mencoba membaca buku fiksi fantasi bisa dimulai dari sini. Dari segi cerita Harry Potter diisi oleh petualangan, penyihir, sekolah sihir, mahluk mitos, tak lupa drama, dan cerita persahabatan antara Harry Potter, Hermione Gringer, dan Ron Wisely.

Buku Harry Potter sendiri ada 7 bagian, dimulai dari Harry Potter and the Sorceress Stone, Harry Potter and The Secret Chambers, Harry Potter and The Goblet of Fire, Harry Potter and the Order of The Phoenix, Harry Potter and The Blood Prince, dan terakhir Harry Potter and The Deathly Hallows.

Jadi bila kamu ingin mulai berkenalan dengan dunia novel fantasy kamu bisa mulai membaca Harry Potter, kawan.

Fiksi fantasi The Bartimeaus Trilogy oleh Jonathan Stroud

Jonathan Stroud saya anggap sebagai penulis yang memiliki kepiawaian dalam merangkai komedi situasi dalam cerita fiksi fantasi yang sangat seru dan penuh petualangan.

Jonathan memulai karirnya sebagai editor dari buku cerita anak ini membawa suasana cerita yang baru dan segar dalam dunia buku fiksi fantasi ini.

Kamu bisa mendapati banyak hal lucu antara interaksi Natahniel dan Bartimeaus dalam hubungan mereka sebagai majikan-penyihir dan jin-budak belian dalam dunia The Bartimeaus Trilogy.

Hal unik lainnya dalam trilogy ini adalah sudut pandang yang digunakan Bartimeaus adalah sudut pandang pertama (tokoh), jadi kamu akan mendapatkan banyak detail unik, pemikiran lucu dari Bartimeaus sendiri.

The Bartimaeus Trilogy sendiri dimulai dari The Amulet of Samarkand, The Golem’s Eye, dan diakhiri dengan Ptolemy’s Gates. Buat kami yang di froteast, The Bartimeaus Trilogy menjadikan dia sebagai salah satu penulis terfavorit.

Jadi buat kamu yang ingin membaca sesuatu yang seru, penuh magis, dan bisa membuatmu tertawa, baca segera The Bartimeaus Trilogy ini kawan.

Cerita terbaru lainnya dari Jonathan Stroud adalah Lockwood & Co yang menceritakan agensi kecil pembasmi hantu di London, sangat layak dibaca juga kawan. Seri Lockwood & Co masih menggunakan resep yang sama dengan The Bartimeaus Trilogy, jadi kamu akan tetap menikmati komedi situasi ala Bartimeaus di sini.

Buku-buku fiksi fantasi yang ditulis oleh Jonathan Stroud sangat layak kamu baca.

infografis cerita fiksi fantasi yang wajib kawan baca
8 buku fiksi fantasi yang wajib kamu baca versi froteast

Fiksi fantasi American Gods oleh Neil Gaiman

Buat kamu yang suka membaca tentang bagaimana dewa dan mahluk mitos hidup di era modern, maka salah satu penulis yang harus kamu baca adalah Neil Gaiman.

Karya buku dia yang paling populer di Indonesia adalah American Gods yang menceritakan tentang Shadow Moon yang dijadikan sebagai pesuruh Mr. Wednesday, setelah kamu membaca lebih dari setengah buku ini, kamu akan tahu identitas sebenarnya Mr. Wednesday.

Neil Gaiman sendiri dikenal sebagai salah satu penulis paling produktif abad ini, selain karya awalnya seperti Stardust dan Norse Mythology, dia juga dikenal sebagai penulis cerita untuk film, komik, dan teater.

Di jagad Komik DC, Neil juga mengerjakan salah satu komik paling ikonik yaitu Sandman Series, komik lainnya yang cukup populer adalaj Coraline.

Jadi jika kamu ingin cerita dengan keanehan, konsep tidak biasa yang luar biasa, cerita fantasi yang lebih dewasa kawan harus membaca American Gods.

Selain itu saya menyarankan juga kawan untuk membaca Sandman Overture, karena selain ceritanya menarik dan seru kawan bisa menikmati ilustrasi yang begitu indah di novel grafis tersebut.

Fiksi Fantasi The Percy Jackson Series oleh Rick Riordan

Penulis kita yang satu ini, Rick Riordan dikenal dengan kepiawannya dalam bercerita fiksi fantasi di dalam buku Genre fantasi remaja dan mungkin kawan sudah kenal atau nonton filmnya Percy Jackson and The Lighting Thief dan Sea Of Monster.

Dalam seri The Percy Jackson Series with Olympian ini kamu akan dibawa ke dalam petualangan Percy Jackson yang seorang Demi God atau manusia setengah dewa bersama seorang Satyr dan putri dari Athena.

Buku pertama diawali dengan Percy Jackson and The Lighting Thief, dimana Percy Jackson harus mencari Zeus Master Bolt yang dicuri, dan dia harus bisa merebut senjata ini dari sang pencuri.

Kemudian petualangannya dilanjutkan dalam buku kedua Percy Jackson and Sea of Monsters, The Labyrinth, The Titan Curse, The Battle of Labyrinth, dan ditutup oleh The Last Olympians.

Rick Riordan termasuk ke dalam jajaran penulis Best Seller New York Times, artinya buku dia sangat populer, terbukti dari beberapa bukunya yang sudah di film kan.

Kalau kamu butuh petualangan seorang manusa setengah dewa, pertarungan dengan monster, dibumbui dengan drama persahabatan dan cinta remaja, langsung baca buku ini, kawan.

Buku terbaru Rick Riordan adalah The Trials of Apollo, kamu juga bisa memesannya di toko buku terdekat ya kawan.

Menikmati fiksi fantasi horor dalam The Monstrumologist karangan Rick Yancey

Salah satu seri buku fiksi fantasi yang lumayan menyegarkan dalam genre horor adalah The Monstrumologist karangan Rick Yancey.

Kalau kamu kurang yakin silakan baca sinopsis buku pertama The Monstrumologist :

Dalam buku ini menceritakan tentang buku harian petualangan Will Henry seorang anak yatim piatu dan  asisten dokter dengan keahlian tidak biasa: sang dokter berburu monster.

Selama dua tahun hidup dengan sang dokter, will sudah terbiasa dengan panggilan tengah malam dan urusan berbahaya. Tapi ketika seseorang datang membawa jasad seorang perempuan dan monster yang memakannya, dunia Will akan berubah seketika.

Dokter Warthop telah menemukan Bayi Antrophopagus– sebuah monster tidak berkepala dengan mulut yang terletak di dada. Hal ini mengindikasikan bahwa populasi Antropophagi yang bertambah.

Will dan Dokter Warthop harus bergegas menghadapi horor yang mengancam akan mengambil alih dan memakan dunia yang kita tahu.

Buku ini adalah buku pertama dari seri The Monstrumologist.

Selanjutnya seri buku ini dilanjutkan dengan Kutukan Wendigo, Pulau Darah, dan Turunan Terakhir, tapi sayang Turunan Terakhir (The Final Descent) dan Pulau Darah (Isle of Blood) belum sempat saya baca.

Kalau sudah ada rezeki mungkin akan saya beli ya, karena buku fiksi fantasi horor ini sungguh bacaan yang segar dan layak dibaca.

Dalam daftar selanjutnya kita akan membahas salah satu penulis klasik fiksi fantasi anak-anak.

The Series of Unfortunate Event oleh Lemony Snicket

Lemony Snicket mungkin masuk pada kategori penulis angkatan lama yang memiliki gaya bererita yang unik, penuh dengan sindiran cerdas, dan gaya penulisan deskripsi yang tidak biasa.

Dalam rangkaian 13 buku ini dia bercerita tentang tiga yatim piatu Baudelaire bersaudara yang harus pindah dari rumah orang tua asuh yang satu ke yang lain, gara-gara mereka dikejar oleh Count Olaf yang mengincar harta warisan dari orang tua Baudelaire bersaudara.

Salah satu yang membuat buku ini menjadi unik dalam betutur cerita adalah sudut pandang yang digunakan oleh narator yang menggunakan sudut pandang kedua. Artinya kisah Baudelaire bersaudara diceritakan lewat sudut pandang Lemony Snicket yang juga menjadi salah satu tokoh dalam cerita ini.

Meskipun cerita A Series of Unfortunate Events ditujukan sebagai dongeng sebelum tidur bagi anak-anak, tapi cerita ini masih sangat bisa dinikmati oleh remaja dan dewasa karena kualitas berceritanya yang begitu mudah untuk dinikmati.

Serial buku ini dimulai dari A Bad Begining, The Reptile Room, The Wide Window, The Miserable Mill, The Austere Academy, The Ersatz Elevator, The Vile Village, The Hostile Hospital, The Carnivorous Carnival, The Slippery Slope, The Grimm Grotto, The Penultimate Peril, The End.

Salah satu kekurangan jika kawan ingin membeli buku ini adalah tidak tersedianya serial secara lengkap. Kebanyakan penjual yang saya temui jarang memiliki koleksi serial ini secara lengkap. Namun kalau saya temukan mungkin kawan juga bisa ikut membacanya di perpustakaan froteast Bandung ya.

The Games of Thrones karangan George R.R Martin

Siapa yang tidak kenal dengan nama serial yang satu ini, karena serial filmnya sudah sangat populer. Namun sayangnya banyak para penonton serial The Games of Thrones yang kecewa dengan ending serial tersebut.

Namun ada kabar baik, George R.R Martin berkata bahwa ending buku dan film tidak akan sama. Jadi mungkin buat para penonton kalian harus membaca buku karangan beliau ini. Sayangnya untuk novel terjemahan di Indonesia terbit dengan lambat.

Mungkin penerbit Gramedia Pustakan Utama menilai minat belinya kurang? Mungkin saja sih menurut saya.

Menurut saya pembaca Games of Thrones wajib membaca buku ini, karena dari cara bercerita yang berbeda antara buku dan serial tv nya. Salah satunya karena cara bercerita di film tidak menggunakan linimasa yang sama dengan bukunya.

Jadi secara teori menurut saya kamu tetap akan bisa menikmati buku karangan George R.R. Martin ini.

Ingatlah kawan, Winter is Coming!

Trilogi Distopia The Hunger Games oleh Suzanne Collins

Trilogi The Hunger Games menurut Froteast adalah salah satu buku berpengaruh, bahkan kalau boleh berani berkata, lebih berpengaruh dibandingkan Twilight karangan Stephanie Meyer karena buku ini berhasil mempengaruhi penulis lain dan mempengaruhi genre yang dibuat.

Dalam pikiran saya Trilogi The Hunger Games menjadi satu-satunya cerita yang membuka trend Distopia dalam scene fiksi fantasi.

Setelah cerita sukses Trilogi Hunger Games yang berhasil mengantarkan status Suzanne Collins sebagai selebriti, banyak penulis lain yang mengikuti jejaknya. Karya lain yang mengikuti tema ini dengan tema cerita yang sama (Dystopia), kemudian format penulisan pun hampir sama, pendek dan tidak pernah memiliki paragraf panjang.

Alhasil karya dengan tema cerita sejenis bermunculan, di antaranya adalah The Enders Game, Maze Runner, dan lain-lain. Bahkan, yang lebih gila lagi banyak dari karya mereka jadi best seller dan difilmkan.

Akhirnya banyak editor, penulis, serta penerbita yang menganggap kalau resep menulis cerita sukses adalah seperti penulisan The Hunger Games Trilogy.

Buat kamu yang ingin membaca tema petualangan, sedikit bumbu perang, maka buku ini wajib kamu baca, kawan.

The Dak Tower: The Gunslinger oleh Stephen King

Buat kawan yang menyukai bacaan Horor, pasti sudah kenal dengan Stephen King, disebut sebagai rajanya penulis novel horor karena banyaknya novel yang telah ia terbitkan, lebih luar biasa lagi dia membiasakan diri untuk menulis 100 halaman per hari.

Namun dalam seri The Dark Tower ini agak unik, karena merupakan sebuah serial. Selain jarang dikeluarkan oleh beliau, buku ini juga berbau agak fantasi tidak seperti novel horor lainnya seperti IT misalnya.

The Dark Tower: The Gunslinger bercerita tentang seorang Gunslinger terakhir yang harus melawan Crimson King yang akan menghancurkan penghalang antar dunia. Buat kamu yang kesusahan mencari bukunya kamu bisa nonton film dari buku pertamanya.

The Dark Tower merupakan novel yang diterbitkan pertama kali tahun 1982, namun dia cukup unik untuk dibaca, kapan lagi kamu membaca novel Stephen Kings yang bukan horor murni.

Untuk penulis lain yang tidak dimasukan ke sini, karena memang saya belum sempat baca jadi tidak bisa berkomentar secara banyak.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap