BAGAI MANA LAGI SIKAP KITA???

Mungkin kita sudah muak dengan apa-apa yang dilakukan oleh Negara tetangga tercinta kita Malaysia.Mereka banyak mengklaim dan seakan mengejek  kita ketika masyarakat Indonesia tengah banyak menggandrungi sinetron-sinetron bertema tentang Negara tersebut.

Hal-hal apa yang mesti kita lakukan?seakan pertanyaan tersebut tertelan oleh kata etika diplomatik diantara dua Negara tetangga yang serumpun.Walau sudah banyak kasus-kasus yang mereka buat dengan mengklaim tanah dan kebudayaan kita.Mungkin kita semua masih ingat kasus dipulau Ambalat,lalu mereka mengklaim seni dan kebudayaan kita seperti:Batik,Angklung,Reog Ponorogo dan baru-baru ini tari Pendet dari Bali.Kalau saya ibaratkan kasus tari pendet ini adalah TAI kiriman Malaysia, si TAI ini belum juga kering,eh..Si Negara tercinta itu sudah mengirim lagi TAI ke NKRI ini yaitu klaim dan iklan pariwisata terhadap pulau Jemur yang jelas-jelas milik Indonesia.

Sepertinya untuk hal ini pemerintah Indonesia bukan hanya memerlukan kata maaf dari Malaysia,karena hal-hal ini kalau tidak ditanggapi dengan serius maka mereka akan terus menerus melakukan hal yang serupa.

Bagaimana tindakan Indonesia?ada beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah Indonesia dalam kasus klaim-mengklaim ini,yaitu:

  • Hal pertama adalah untuk tanah atau pulau-pulau serta batas-batas Negara,karena ini merupakan hal tentang kedaulatan NKRI,cara-caranya seperti:
  1. Segera lakukan pembatasan wilayah yang jelas antara NKRI dengan Negara-negara tetangga,agar jelas batas-batas antara wilayah Indonesia dan wilayah Negara-negara tetangga kita.
  2. Lakukan penamaan terhadap pulau-pulau Indonesia dan patenkan nama tersebut kedalam wilayah Indonesia.
  3. Bangun sarana infrastruktur dibatas wilayah serta pulau Indonesia agar siapapun mengetahui bahwa wilayah tersebut adalah wilayah Indonesia.
  4. Bangun sarana parawisata dipulau atau tempat-tempat yang bisa menarik wisatawan,karena dampaknya akan terasa baik dari sisi ekonomi ataupun untuk masyarakat sekitar batas-batas wilayah Indonesia tersebut.
  • Hal kedua adalah mengenai seni dan kebudayaan.Pemerintah Indonesia  dalam hal ini harus lebih tanggap dan cinta terhadap seni serta kebudayaan Indonesia.Karena kalau dibiarkan berlarut-larut,identitas NKRI akan semakin hilang di Indonesia.penanggulangan hal ini bisa dengan cara:
  1. Sahkan RUU tentang kebudayaan,untuk hal ini komisi X DPR-RI segera menyusun dan mempercepat langkahnya agar menjadi Undang-undang yang mewadahi seni dan kebudayaan Indonesia.
  2. Budayawan dan pemerintah dituntut saling mendukung dalam aksi menggalakan seni dan budaya Indonesia,serta meningkatkan kecintaan masyarakat agar kesenian dan kebudayaan Indonesia tidak menjadi anak tiri di Negrinya sendiri.
  3. Hak patenkan seni dan budaya Indonesia,untuk langkah antisipasi agar seni dan budaya Indonesia tidak direbut Negara lain.
  • Setelah hal-hal dalam Negri diperbaiki,hingga batas-batas serta pulau-pulau juga seni dan budaya lebih diperhatikan oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia.Pemerintah Indonesia  memberi somasi kepada Negara tetangga kita,supaya tidak mengklaim segala sesuatu yang menjadi milik Indonesia.Jika diperlukan penanganan hokum ke Mahkamah Internasional, maka ajukanlah hal itu ke Mahkamah Internasional.Agar menimbulkan efek jera kepada siapapun yang mengklaim harta benda milik NKRI.
  • Jika masih terjadi lagi hal klaim-mengklaim oleh siapapun,dan hal tersebut sudah diperingatkan dan diluar batas kewajaran.Apa yang harus kita lakukan?yang jelas hal ini sudah merusak kedaulatan Bangsa dan harus ditindak dengan keras!

Apapun yang terjadi,pasti ada hikmah dibalik itu semua.Dan mungkin hikmah itu adalah menyatukan kita untuk lebih memperhatikan serta mencintai pulau-pulau,seni dan budaya milik Negara kita tersebut.

Mari kita jaga harta benda serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.MERDEKA!

Abel, 02 September 2009

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap