Bersama Semut Api dan Pohon Mati

Semut api berbaris di antara pohon-pohon mati,

berbagi duka dan sengsara antar sesama.

Tonggeret bersuara parau berteriak,

menyambut hujan dengan ceria.

Biawak bersembunyi di balik semak yang dingin.

Ikan gabus berpesta pora menyambut lahan yang meluas.

 

Ada kontradiksi dari semua aksi.

Kadang kita tersenyum dan tertawa,

kadang kita merenung dan merana.

 

Kepada pohon, danau bahkan pada tanah kita berbicara,

dengan tingkah gila juga kepalsuan semata.

Hari demi hari menggaruk luka bumi,

menambah daftar dendam mereka pada polah manusia.

 

Terbawa arus kemunafikan, aku mulai bosan.

Tak ada lagi ketakutan, tak ada lagi kemarahan.

Tak ada lagi keresahan, tak ada lagi perasaan.

Diam bersama semut api dan pohon mati.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap