EDITORIAL

KECONGKAKAN MODERNISASI

Duduk, diam, melihat kerumunan orang-orang dan kendaraan berlalu lalang dengan sombong. Semuanya berjalan penuh kecongkakan melewati jalan ini. Mungkin untuk mereka aku yang sombong, atau barangkali lebih tepatnya seonggok sampah yang tidak mempunyai dedikasi terhadap sesuatu, dan untuk hal itu harus aku akui kebenaranya.

Akan tetapi ketika aku duduk, diam dan melihat. Ada sesuatu hal yang menurutku itu aneh. Semua hal terlihat sama, semua hal terlihat palsu, semuanya terlihat seperti tidak ada bedanya dengan yang lain. Apakah itu hanya menurutku?!apakah hal tersebut hanya dikehidupanku?!atau mungkin hal ini hanya terjadi padaku?!

Harus diakui bahwa aku salah. Setiap manusia pasti berbeda, baik itu wujudnya, DNAnya, sifatnya, latar belakangnya, keluarganya dan masih banyak lagi hal mendasar ataupun ciri khas yang membuat manusia satu dan lainnya pasti berbeda.

Anehnya, setiap aku duduk, diam dan melihat. Aku seperti terkungkung dalam sebuah dimensi abstrak, tapi semuanya tertata dengan seragam. Aku tak tahu dimensi mana. Dengan orang-orang yang berbeda tapi semuanya terlihat membangun hal yang sama dan dengan peranan yang sama pula.

Aku mengakui mungkin ini  menyangkut dengan masalah kebudayaan dan gaya hidup. Aku tinggal di Negara Indonesia. Negara besar dengan kebudayaan Negara yang melimpah ruah. Tapi dari melimpah ruahnya kebudayaan, tak ada satupun yang bangga dan ingin menggunakan budaya yang melimpah ruah tersebut.

Ketika mereka berjalan, ketika mereka berbicara, ketika mereka menilai sesuatu dan segala yang mereka lakukan tidak menunjukan kebanggaan akan budaya dan kecintaan terhadap Indonesia. Mungkin terlalu berlebihan jika ini menyangkut setiap orang harus memakai pakaian tradisional atau setiap berjalan menggumamkan lagu kebangsaan. Tapi hal ini lebih menyangkut pola pikir, pergerakan, gaya, tingkah polah yang menurukku tadi. Palsu!!

Sepertinya mereka hanya melihat besar atau kecil, pantas atau tidak pantas,baik atau buruk. Hal itu hanya membuat mereka terlihat sama dan acuh terhadap kebudayaan serta kecintaan pada Indonesia. semuanya tertutup dengan kata modern, eksistensi terhadap gaya hidup membuat mereka melihat, mencermati dan berpandangan sama, bahwa kita adalah masyarakat yang layak dengan kebudayaan yang modern. Sehingga mereka lupa tata karma Bangsa Indonesia, mereka lupa norma kesopanan Negara Indonesia, mereka lupa gaya berbahasa Indonesia, mereka lupa akan kelebihan orang-orang Indonesia dan mungkin suatu saat mereka tidak cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia!!

Apakah kita akan menjadi bangsa seperti itu?!semoga saja tidak. Karena sebetulnya setiap manusia adalah orang-orang special yang berbeda. “How many special people change??How many life to leave a strange??berapa banyak orang-orang special memilih??berapa banyak kehidupan meninggalkan kekuatannya?? (OASIS) ”. ini adalah kutipan lagu dari sebuah band asal Inggris, Negara maju dengan masyarakat yang lebih heterogen dan lebih modern.

Semoga kekuatan special kita tak terlepas dan terinfeksi dengan kehidupan modern yang congkak!!

Abel, 11-08-2009

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap