(FROM EAST TO EAST : Kuningan ;Keindahan,Keyakinan Dan Urbanisasi Turun-Temurun) C. Desa Pejambon Dan Lembah Cilengkrang

Ketika sampai di desa Pejambon,kami datang jam 22.00 wib,seperti yang sudah-sudah angin dingin desa perbukitan terasa menusuk.kami pun berbincang-bincang dengan bapak serta ibu kuwu(kepala desa) Pejambon.keramah tamahanyang membuat kami selalu nyaman berada si sebuah desa.

Akhirnya kami menginap dirumah bapak dan ibu kuwu tersebut.kami terbangun disubuh harridan secara kebetulan hari itu sunrise muncul pukul05.45 wib.matahari menyengat akan tetapi udara tetap saja dingin.

Desa pejambon berdiri sekitar tahun 1804 dengan kuwu pertama yaitu bapak munaim.desa Pejambon merupakan pemekaran dari desa ragawacana.karena desa ini merupakan tempat yang ditanami jambu atau pejambuan oleh karena itu namanya menjadi desa Pejambon.

Ada beberapa adat kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat desa tersebut.adat-adat itu antara lain:

–          Bapag sri : bapag sri asal kata dari mapag atau menjemput,sedangkan sri adalah padi.bapag sri adalah kebiasaan masyarakat yang dilakukan menjelang panen padi dengan acara selamatan  ke makam buyut-buyut.hal ini dimaksudkan agar panen padi memuaskan dan mendapat keberkahan.

–          Babarit : babarit dilakukan sebagai penolak bala pada saat memanen padi,babarit juga dilakukan di pemakaman buyut-buyut didesa Pejambon.

–          Sedekah Bumi : sedekah bumi dilakukan apabila ada kejadian alam yaitu gempa.sedekah bumi dimaksudkan agar diberi perlundungan dan kekuatan oleh Alloh SWT.sedangkan tempatnya dilakukan dipekarangan disetiap dusun.

 

Didesa ini sebagian besar masyarakatnya masih mencari nafkah sebagai petani yaitu petani dengan +-95% sedangkan yang lainnya pedagang dan pegawai negri.karena menurut pepatah “tak kenal maka tak saying”,oleh karena itu kami menulis catatan desa sebelum kita lanjut ke cerita lembah cilengkrang.

Lembah cilengkrang berjarak 1jam dengan jalan kaki dari desa Pejambon.tempat wisata ini baru dibuka beberapa tahunyang lalu dan menjadi taman nasional gunung Ciremai.

Ada beberapa tempat rekreasi yang ada disana,yaitu: curug sabuk,curug sawer,curug kembar dan cipanas.dalam perjalanan kita harus menaiki bukit-bukit,tapi harga yg dibayar ketika berjalanpun pantas mengingat kita bisa melihat pemandangan Kuningan dari jauh sekaligus menikmati keasrian yang disuguhkan dalam perjalanan tersebut.sepertipohon-pohonan ataupun sungai yang mengalir jernih.

Setelah sampai,kita akan disuguhkan dengan air panas yang keluar alami serta curug sabuk yang deras dengan tinggi kira-kita 15-20meter,selain itumasih ada kolam pemandian yang disediakan khusus bagi para wisatawan yang ingin berendam air panas.

Untuk curug sawer,kita memerlukan waktu 15 menit untuk sampai kesana,dengan menaiki batu-batu curam serta melintasi pula mata air panas.curug sawer berketinggian 25-30meter,curug ini mengeluarkan percikan-percikan air yang tidak terlalu deras.makanya masyarakat menamakan curug sawer.

Khusus bagi curug kembar,tempat ini belum dibuka secara resmi,karena perjalanan untuk sampai ketempat tersebut baru hanya beberapa orang yang tahu betul letaknya.kalaupun ingin kesana kita memerlukan guide yang hafal letaknya.karena perjalanan masih berupa hutan-hutan belantara dengan satwa liar masih berkeliaran.

Untuk sampai ke lembah cilengkrang,ketika naek elf Cirebon- kuningan,anda minta behenti dipasar kerucuk,lalu naik melalui desa pejambon.selamat mencoba!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap