Kabar Froteast, ‘Meniti Hari Mendaki Bukit’

Berawal dari obrolan di kedai kopi milik wartawan senior kota Sukabumi, C’Kopi Gaud. Sebut saja om Aves (bukan nama samaran dari wartawan ini). Yang ternyata punya penerbitan juga. CV.Elang Mulia Sejahtera, nama penerbitannya. Ketika itu kami asyik mengobrol tentang potensi ebook yang belakangan sedang marak berkembang d Indonesia ini.

Sore itu kami juga mendiskusikan tentang media cetak yang banyak mengeluarkan versi digital mereka (eMagazine atau eNewspaper). Dan saya berinisiatif menunjukan Wayangforce dan Scoop yang saya anggap sebagai toko buku digitalnya. Obrolan kami yang diisi oleh lebih banyak pertanyaan saya seputar manajemen dan etika media massa (yang sedang gila belakangan ini), yang ternyata disambut oleh ketertarikan beliau dalam menerbitkan dalam format digital. Om Aves Langsung menelepon satu lagi temannya yang wartawan senior juga dan staff di penerbitannya.

Sebut saja om Budi (masih bukan nama samaran). Beliau meminta saya menemuinya keesokan siang di C’Kopi Gaud, untuk mendiskusikan tentang buku ‘Meniti Hari Mendaki Bukit’ karangan Erna Garnasih, yang diterbitkan oleh CV.Elang Mulia Sejahtera. Mereka berdua tertarik untuk mendistribusikan buku dalam versi ebook.

Karena From East to East sudah mendapatkan akses ke Wayangforce dan Scoop untuk mendistribusikan buku dalam format ebook. Maka saya sebagai PIC dari distribusi ebook From East to East, diminta untuk mengurus pendistribusian buku ‘Meniti Hari Mendaki Bukit.’ Lewat From East to East sebagai distributornya.

Tentu saja saya setuju, dengan permintaan dua om-om itu. Mungkin di masa mendatang From East to East bakalan menjadi calo ebook? Entahlah, sepertinya jalan masih panjang dan masih banyak terbuka kesempatan untuk From East to East berkembang.

Sebenarnya saya Cuma kepengen dapet modal nikah saja dari sini. Tapi sepertinya jalan Ebook ini bukan jalan tercepat mendapatkan modal nikah. Tapi mengingat era sekarang tampak seperti era transisi cetak ke digital, mungkin 5 tahun mendatang menjual ebook adalah jalan yang enak dalam mendapatkan modal nikah. Walaupun bakalan terasa jauh, jauh, jauh lebih lama….dari masa sekarang. Hah.

Tapi kelihatannya memang bakalan jauh lebih banyak buku yang diterbitkan dalam format ebook. Setidaknya melengkapi edisi cetaknya. Mungkin 5 tahun mendatang menerbitkan buku dalam format ebook adalah sesuatu yang mainstream. Entahlah siapa tahu?

Kemudian untuk saya pribadi, mungkin 5 tahun terlalu lama juga untuk mendapatkan modal nikah. Tapi kalau saya sukses kawin duluan sebelum 5 tahun mendatang, mungkin jalan ebook adalah hal yang tepat untuk membiayai keluarga, agar mapan. Yah, semoga saja.

Siapa tahu ada kesempatan di masa mendatang untuk bisnis percetakan (besar maupun kecil) dan penulis indie menjadi lebih mapan? Untuk jadi lebih berkembang. Tapi memang masih banyak waktu dan jalan yang belum kelihatan. Jadi, mari membuka mata, hati dan telingan untuk setiap kesempatan yang datang.

Sampai berjumpa di artikel lainnya.

mbeb

1 thought on “Kabar Froteast, ‘Meniti Hari Mendaki Bukit’”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap