Sebuah karya istimewa untuk mereka yang istimewa juga

Karya Istimewa itu pangkal sukses –banbumi

Bayangkan sebuah kawan menerima sebuah hadiah yang dibuat secara khusus, tidak ada orang lain yang memiliki barang serupa. Biasanya hadiah ini hanya diberikan kepada mereka yang spesial.

Kawan yang menerima hadiah spesial ini kemudian merasa spesial juga. Artinya kawan yang menerima hadiah memiliki arti dan hubungan yang istimewa dengan si pemberi, dari sini kita tahu juga bahwa ini adalah hubungan yang spesial juga.

Karya yang dibuat bisa juga seperti ini, kawan.

Karya yang spesial bukan untuk semua orang, mereka dibuat secara khusus untuk seseorang atau lebih tepat untuk sebuah persona. Dalam pandangan lain karya yang spesial ini dibuat untuk menyelesaikan sebuah masalah yang spesifik.

Kamu membuat sesuatu untuk seseorang atau untuk sebuah tujuan khusus yang spesifik. Karya yang ini bisa dibuat untuk menjadi solusi untuk sebuah masalah atau untuk menyampaikan sesuatu. Dengan kata lain karya ini adalah spesial.

Misalnya kamu membuat sebuah cerita untuk korban KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) semasa kecil agar bisa berdamai dengan dirinya atau kamu membuat sebuah rumah khusus untuk seorang difabel, interior rumah untuk penghuni tunanetra misalnya.

Dua karya di atas adalah sesuatu yang dibuat secara khusus untuk kalangan terbatas.

Kawan juga harus ingat karya seperti ini tidak memiliki nilai yang sama untuk semua orang. Kita berkarya memang bukan untuk semua orang dan itu tak apa-apa.

Empati merupakan bagian dari menerima dan hidup di dalam perbedaan. Tidak semua karya yang kamu buat akan diterima semua orang.

Ingat kawan, spesial berarti sesuatu yang khusus, tidak semua orang dapat memiliki atau menyukainya dan memiliki arti berbeda untuk tiap orang.

Kenapa harus sebuah karya yang spesial?

Rory Sutherland (Vice President Ogilvy UK) dalam kuliah umum yang diunggah di Youtube mengatakan jika kita membuat sesuatu untuk kalangan khusus akan memiliki peluang lebih tinggi untuk menjadi mainstream.

Tentu dengan catatan bahwa mereka puas dan menyukai karya yang kawan buat itu. Ketika sebuah karya atau brand menjadi bagian dari identitas diri pengguna karya itu, maka mereka akan menyebarkannya karena ada kebanggan diri dari karya yang digunakan itu.

Kesuksesan Harry Potter adalah karena buku-buku ini disebar oleh para true fans-nya.

Harry Potter bisa disebar oleh para True Fans karena dua hal yang pertama adalah ia adalah sebuah karya yang layak disebar dan yang kedua adalah ia juga jadi sebuah identitas untuk komunitas pembacanya.

Silakan baca di sini untuk ulasan lebih rinci bagaimana Harry Potter menyebar.

Dalam era digital seperti saat ini gagasan atau karya yang menang adalah karya yang menyebar.

Untuk menyebarkan sebuah karya atau produk banyak cara yang bisa ditempuh, kamu bisa iklankan di Facebook, Youtube, Instagram, dan Twitter atau kamu bisa bekerja sama dengan para influencer yang memiliki follower banyak tapi semua ini membutuhkan uang yang tidak sedikit.

Tentu ada cara lain yang bisa kawan tempuh yaitu dengan membuat sesuatu yang spesial, dibuat khusus untuk kalangan terbatas. Kawan menunjukan kepedulian kepada mereka dengan karya yang kamu buat, dengan empati kamu mencoba menggapai sekelompok orang yang karyamu tuju.

Setelah kamu bisa membuat sebuah karya yang spesial adalah kamu harus muncul di tiap waktu yang ditentukan. Kamu harus bekerja keras untuk menggapai orang-orang yang kamu tuju ini.

Siapa sih orang yang kamu tuju dengan karyamu ini?

Mereka adalah orang-orang yang akan mempedulikan karyamu karena kamu juga membuat karya yang spesial buat mereka.

Ketika mereka setuju dan jadi bagian dari kelompokmu maka kamu karya kamu akan mereka bantu sebarkan kepada orang lain.

Tujuan dari membuat sebuah karya istimewa ini bukan untuk menjadi spesial untuk semua orang tapi menjadi spesial untuk sebagian kecil orang. Ini adalah sebuah perubahan cara pandang dalam berkarya.

Kawan harus menjadi seorang yang relevan bagi smallest viable audience, selengkapnya kamu bisa baca di sini ya.

Kamu harus memilih untuk siapa yang karyamu dibuat.

Memang masih banyak pembuat karya yang terus berkarya tanpa memiliki tujuan untuk siapa karyanya mereka dan memang tak masalah.

Para pembuat karya ini, jika mereka konsisten maka seiring waktu mereka akan ditemukan oleh para penikmatnya. Cara yang saya kemukakan di atas adalah untuk mempercepat proses karyamu ditemukan, kawan.

Media sosial atau platfom digital lainnya adalah sebuah wadah, namun yang membangun hubungannya ya adalah kita-kita yang manusia juga. Maka jadilah manusiawi dalam membuat hubungan dalam bermedsos ria.

Untuk itu kita memerlukan yang namanya empati dan kepedulian untuk menggapai orang-orang yang kamu tuju ini.

Bagaimana jika kamu hanya mampu membuat karya yang biasa-biasa saja?

Kalau kawan baru mulai berkarya, membuat sesuatu yang jelek itu wajar-wajar saja.

Proses belajar itu dimulai dengan membuat sesuatu yang tidak jelas, terus kemudian jelek, gak terlalu jelek, kemudian jadi bagus, dan kalau konsisten mungkin kawan akan bisa membuat sesuatu yang luar biasa.

Saya sendiri mempelajari fotografi selama 9 tahun mengalami proses seperti ini juga.

Dari bikin sesuatu yang tidak jelas sampai belajar caranya bagaimana bicara melalui karya visual (fotografi).

Kunci untuk membuat suatu karya yang luar biasa adalah jam terbang. Sedikit atau banyaknya pengalaman dalam mencipta akan menentukan kualitas karya yang kamu kerjakan. Apakah sudah sesuai dengan yang kamu bayangkan?

Kalau kawan baru memulainya kemungkinan besar tidak akan sesuai dengan yang dibayangkan dan itu tak apa-apa.

Ingat yang penting adalah konsistensi dalam membuat dan selalu coba kualitas terbaik yang kamu bisa tapi ingat juga tengat waktu.

Untuk menggapai orang-orang yang kamu tuju kamu harus bisa hadir dalam waktu yang ditentukan.

Jangan mengejar kesempurnaan dalam berkarya karena itu hanya akan membuatmu tidak menerbitkan apa pun sesuai tengat waktu.

Bahasan ini bisa kamu baca lebih detail di artikel konsistensi dalam berkarya ya, kawan.

Sebenarnya yang saya bahas di sini semuanya adalah bagian dari marketing di era modern.

Menurut Seth Godin dalam dunia marketing hal yang harus diingat ketika memasarkan karya adalah empati. Mungkin seorang berbeda pendapat, tidak mempercayai karyamu bagus, kriteria mereka tenang estetika berbeda denganmu, semua itu tidak masalah. Inilah yang dimaksud empati dalam memasarkan karya.

Alasan paling penting kenapa harus membuat karya yang spesial

Karya istimewa yang dibuat untuk kalangan terbatas ini memiliki arti penting buat mereka yang menerimanya. Sampai pada tahapan karya ini bisa jadi bagian dari kebanggan penerima.

Tahapan agar karyamu bisa diterima bisa dijelaskan menurut model Penerimaan Inovasi yang dibuat oleh Everett Rogers yang diadopsi oleh Seth Godin untuk menjelaskan bagaimana sebuah karya atau gagasan yang mengubah budaya bisa diterima.

Model Diffusion of Innovations bisa diadposi dalam menjelaskan bagaimana sebuah karya bisa diterima
Buat kamu yang mau lebih tahu model penerimaan inovasi (Diffusion of Innovation) ini silakan baca di sini

Dalam model kategori  Innovators adalah orang yang suka mencoba hal baru dan mencoba karyamu, Early Adopters merupakan orang yang membeli karyamu paling awal (atau menjadi klienmu).

Dalam model Penerimaan Inovasi di atas karya istimewa berarti menjadi signifikan untuk mereka, yang dimaksud kalangan terbatas adalah Innovators dan Early Adopter.

Ketika kamu bisa menciptakan karya yang istimewa untuk dua kategori pertama ini, bahkan menjadi bagian dari kebanggan atau identitas maka mereka akan menjadi seorang brand advocate atau dalam istilah Kevin Kelly adalah seorang True Fans.

Ingatlah untuk terus berkarya dan biasakan untuk menyuguhkan kualitas terbaik dalam tengat waktu yang sudah kau berikan, kawan.

Kesimpulan

Karya yang istimewa dibuat untuk mereka yang istimewa pula

Istimewa di sini adalah sekelompok orang yang ingin kamu tuju yaitu Innovators dan Early Adopter

Selalu konsisten dalam menerbitkan karyamu sesuai tengat waktu

Terima kasih sudah membaca kawan.

*Jika kamu menikmati tulisan saya silakan subscribe dengan mengisi email di form kita dan kalau merasa tulisan ini bermanfaat silakan share ya, kawan.

4 thoughts on “Karya Istimewa itu pangkal sukses –banbumi”

    1. Itu sastra yang baru menulis biasanya begitu, namun buat para penulis kawakan biasanya mereka mengutarakan gagasan entah itu melalui cerita fiksi atau pun dengan berargumen secara non fiksi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap