Ketika buku mimpi panduan togel merajai pencarian buku di Google

Ketika Buku Mimpi Panduan Togel Merajai Pencarian Buku di Google

Cerita ini berawal ketika saya melakukan riset tentang apa yang orang cari di Google ketika mengetik ‘buku’.

Sebagai orang yang menulis menulis artikel SEO tentu harus ada tahapan riset kata kunci dahulu, tujuannya agar memudahkan orang untuk  menemukan artikel yang kita tulis lewat mesin pencari.

Dengan menggunakan alat analitik tertentu kita bisa lihat pencarian bulanan tentang kata-kata yang orang ketik untuk mencari sesuatu di Google. Kemudian ketika melihat kata buku, saya menemukan ‘buku mimpi’ yang memiliki volume pencarian yang besar.

Tentu saja hal ini membuat saya pensaran, siapa yang menulis buku itu, setahu saya tidak ada penerbit dan penulis novel atau buku non fiksi yang menerbitkan buku dengan judul buku mimpi yang jadi tren.

Ketika orang mengetik ‘buku’ ada tujuh puluh lima ribu pencarian bulanan, tapi ‘buku mimpi’ mendapatkan empat ratus lima puluh ribu pencarian.

Kemudian saya telusuri lagi lebih dalam, ternyata buku mimpi yang banyak orang cari ini adalah panduan mengartikan mimpi sebagai nomor togel.

Sebagai contoh ketika kawan bermimpi melihat Gunung, berarti dapat nomor togel 004, kalau awan 045, dan masih banyak lagi arti lainnya.

Volume pencarian yang besar di Google menunjukan ketertarikan mayoritas orang kita lebih tertarik untuk berjudi daripada membaca buku.

Sebagai perbandingan, buku NKCTHI memiliki pencarian bulanan sekitar 6.600 pencarian dan Rintik Sedu memiliki 3.600 pencarian bulanan di Google.

Sebagai dua buku hits yang lagi populer saat ini kawan bisa lihat perbandingannya lumayan jomplang antara buku best seller dan panduan memasang togel online.

Tentu penemuan ini memberikan indikasi kalau minat baca buku masyarakat kita ini rendah dan minat untuk memenangkan togel lebih tinggi, jauh lebih tinggi. Di sisi lain industri togel dan judi online lainnya tampak subur.

Perbandingan lain adalah poker online memiliki pencarian 850.000 secara bulanan. Ya makin jauh aja nih kejomplangannya.

Ya kalau saya pribadi sih tidak menganggp ini masalah, hanya menarik saja untuk dilihat dan diteliti.

baca juga:

Mungkin orang Indonesia lebih suka bertaruh daripada membangun

Memang tidak ada data rentang umur atau dari mana pencarian ini banyak berasal. Namun jumlah yang begitu besar jelas jadi perbedaan yang menohok.

Saya pribadi tergoda untuk berargumen kalau kita lebih suka bertaruh daripada membangun.

Namun hal yang bisa ditarik dari hasil temuan ini menurut saya adalah bagaimana orang lebih memilih untuk mendapatkan kekayaan secara instan dibanding dengan mengetahui sesuatu.

Dengan mengetahui hal-hal yang belum orang lain yang kita ketahui bisa dimanfaatkan untuk membangun sesuatu, mengembangkan skill yang belum banyak dimiliki oleh orang lain.

Dan dengan memiliki skill khusus kita bisa membangun sesautu.

Terima kasih sudah memabca kawan, jangan lupa subscribe email mu ya, kawan di sini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap