Dengan sampah Dodong Kodir berkarya dan menjadi seorang yang spesial

Kreativitas yang Membuat Spesial : Kisah Dodong Kodir Musisi Sampah -Banbumi

Sesuatu yang spesial seperti yang pernah saya bahas merupakan sesuatu yang tidak biasa, biasanya jumlahnya terbatas (langka), dan tidak diberikan kepada semua orang. Sebagai pembuat karya terkadang karya kamu adalah satu-satunya. Inilah cerita yang bisa kawan ambil dari kreativitas Pak Dodong sang pembuat musik dari sampah.

Awal mulanya saya melihat tayangan Kick Andy di MetroTV yang mebahas tentang para musisi yang mengambil jalan berbeda untuk berkarya, salah satunya adalah almarhum Dodong Kodir, seorang seniman yang membuat alat musik dari sampah.

Bukan hanya sekedar alat musik biasa, Pak Dodong bisa membuat bunyi unik dari sampah. Di Kick Andy beliau menunjukkan sebuah alat musik yang dia buat dari wadah bekas deodoran sambil bercerita kalau di Cisitu, Bandung dulunya banyak kodok. Dia memungut botol deodoran bekas itu dan membuatnya menjadi alat musik yang; “Krokok, Krokok, Krokok” yang berbunyi sama seperti kodok.

Bukan suara kodok saja yang bisa dia ciptakan dari sampah, namun ada Tornadong (karena dibuat oleh Pak Dodong maka alat musiknya semuanya berakhirnya dengan bunyi dong; Tornadong) yang memiliki suara menggelegar seperti angin puting beliung dibuat dari labu, ada juga alat musik lain yang berbunyi seperti deburan ombak besar yang kata beliau terinspirasi dari Sunami yang menerjang Aceh pada 2004 silam.

Di pagelaran yang diadakan di Celah-Celah Langit kawan bisa melihat bagaimana luar biasanya karya Pak Dodong ini:

Pertunjukkan musik sampah di Celah-Celah Langit, Bandung.

Alat musik yang dibuat dari sampah ini mengantarkan Dodong Kodir sampai pada lima benua, bahkan di beberapa negara alat musiknya dimasukkan kke museum seni kontemporer.

Visi kreatif yang membuat Dodong Kodir jadi spesial

Dalam proses berkarya Pak Dodong saya bisa memerhatikan sesuatu yang spesial, yaitu beliau menciptakan sebuah kategori tersendiri dengan membuat alat-alat musik khusus dari sampah dan dia membuatnya lebih kreatif lagi dengan bunyi-bunyi unik yang dihasilkan oleh alat musik itu.

Keistimewaan Dodong Kodir bukan hanya terletak pada daur ulang sampah jadi alat musik, namun juga pada bunyi-bunyian yang bisa dia ciptakan dengan alat itu. Sampai saat ini tidak ada lagi yang seperti dia.

Dodong Kodir menjadi satu-satunya seniman yang mendaur ulang sampah hingga membuat bunyi-bunyian yang tidak biasa.

Sekarang kawan sudah tahu hebatnya Pak Dodong namun apa kira-kira yang bisa membuat dia berkarya untuk sampah ini?

Dia hanya memiliki visi kalau sampah-sampah yang didaur ulang ini bisa menghasilkan suara yang dia inginkan. Dia lebih mengapresiasi sampah dibanding orang lain.

Saya sendiri bertanya-tanya apakah keyakinan yang begitu kuat yang menggerakkan almarhum Pak Dodong ini?

Sedikit Delusi itu perlu untuk jadi sukses

Sebuah penelitian dari Zach dan Fisbach menemukan bahwa delusi bisa menaikkan produktivitas.

Apakah Almarhum Pak Dodong ini mengalami Delusi hingga bisa mendaur ulang sampah hingga menjadi alat musik yang baru? Saya tidak tahu dan tidak klaim seperti itu. Namun hal yang perlu kita sadari bahwa dalam dunia seni, kegilaan dan jenius itu beda tipis.

Ambil contoh Picasso, dia bukan pelukis pertama tapi dia melukis dengan gaya yang unik dan sangat berbeda. Dia menjadi spesial karena tidak ada lagi yang melukis sepertinya.

Begini cara Picasso melukiskan wanita yang sedang bersedih, pelukis yang menggambar seperti ini dimulai oleh Picasso Sumber

Begitu juga dengan Pak Dodong yang membuat alat musik baru dari sampah.

Memang untuk menjadi spesial dan berbeda ada resikonya. Picasso termasuk salah satu yang untung karena bisa kaya raya dalam masa hidupnya dengan karya. Namun banyak pelukis lain yang tak seberuntung dia.

Van Gogh misalnya, Van Gogh adalah seorang pelukis yang spesial karena dia pun melukis dengan begitu berbeda dibanding semua pelukis lain dan dia mati dalam keadaan miskin. Karyanya malah dirayakan sesudah kematiannya.

Bagaimana Van Gogh melukiskan malam. Pada masa hdupnya tidak ada yang melukis seperti ini. Sumber

Dalam dunia kepenulisan ada Oscar Wilde dan Edgar Allen Poe. Mereka berdua merupakan penulis jenius, keduanya mati dalam keadaan miskin. Edgar Allen Poe dikenal dengan tema kegilaannya dan menjadi mempengaruhi berbagai karya, sedangkan Oscar Wilde merupakan salah satu penulis yang paling banyak dikutip.

Ya menjadi spesial dan berbeda memiliki resiko kalau karyamu tidak akan diterima dengan baik khalayak, namun kita berada di zaman yang berbeda.

Saat paling mudah untuk menemukan pemirsamu adalah sekarang!

Pada tahun 1873 ada sebuah novel Perancis yang ditulisan Jules Verne dan diterbitkan berjudul From Earth to The Moon  yang bercerita tentang seorang teknisi di Baltimore dan sebuah perkumpulan yang berencana membuat meriam raksasa agar orang bisa sampai ke bulan.

Novel ini tidak mendapatkan penjualan yang baik di Perancis. Namun ketika terjemahan bahasa Inggris dibuat dan dipasarkan ke Amerika novel ini laku keras. Entah kenapa waktu itu bangsa Amerika menjadi bangsa yang suka bermimpi. Seratus tahun kemudian NASA lahir dan berhasil mengirimkan orang pertama kali ke bulan.

Ada kesamaan antara Jules Verne dengan Pak Dodong yaitu mereka berdua sama-sama kurang mendapatkan suara di bangsanya sendiri dan mereka berdua mendapatkannya apresiasi tinggi di luar negeri.

Orang-orang seperti ini adalah mereka yang spesial dan masing-masingnya punya tempat di hati penikmat karyanya.

Kamu juga bisa seperti mereka, jangan takut untuk membuat karya yang kau sukai. Memang Dodong Kodir tidak meninggal dalam keadaan kaya atau miskin dan mengenaskan, waktu berpulang dia dalam keadaan yang biasa saja.

Namun karya beliau telah bicara, telah mencapai sesuatu yang luar biasa. Anda saja beliau masih hidup saya akan datang ke Bandung dan berusaha ngobrol dengan beliau. Jika ada waktu sedikit saya pun ingin membantu memasarkan karyanya bahwa kreativitas itu tak berbatas, tergantung pada keyakinan dan cara pandangmu, kawan.

Ketika mendengar kabar beliau meninggal hati saya sedih karena salah seorang seniman yang luar biasa dan spesial sudah berpulang. Kita kehilangan satu seniman yang luar biasa.

Hikmah dari kisah Pak Dodong

Dalam dunia bisnis dan seni kreativitas sama-sama diperlukan, untuk jadi atau mencapai sesuatu yang luar biasa tidak  bisa dicapai dengan melakukan sesuatu yang umum yang orang lain lakukan juga.

Pak Dodong memilih jalan yang berbeda dibanding banyak orang, itu yang mengantarkan dia jadi salah satu seniman besar. Kalau hidupnya lebih panjang saya yakin dia akan menjadi salah satu seniman paling kreatif yang pernah kita miliki.

Kalau kalian percaya kalau rezeki itu sudah ditentukan karena itu gapailah, iya mungkin tidak akan sukses, iya mungkin tidak akan berhasil, tapi apresiasi dari penikmat karyamu itu selalu ada dan kamu bisa gagal sebanyak waktu hidupmu.

Menemukan mereka yang menikmati karyamu saat ini jauh lebih mudah dibanding dengan masa Jules Vernes atau Van Gogh, bahkan dalam masa berkarya pak Dodong pun begitu. Sekarang adalah waktu yang paling baik.

Semoga tulisan ini bikin semangat kamu berkarya.

Referensi artikel:

Pak Dodong di Kick Andy

Jules Verne

Hubungan delusi dan produktivitas

4 thoughts on “Kreativitas yang Membuat Spesial : Kisah Dodong Kodir Musisi Sampah -Banbumi”

  1. kreatifitas emang tanpa batas, hampir sama dengan seorang musisi di daerahku yang memanfaatkan barang-barang bekas sebagai instrumen musik. Karya terakhirnya sih bikin drum pakai pipa bekas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap