1000-True-Fans-gambar-artikel-header

Miliki 1000 true fans maka kamu akan hidup berkecukupan

Mari bahas tentang sebuah ide menarik tentang 1000 true fans. Ide ini berargumen buat seorang artis atau bisnis kecil yang memiliki 1.000 true fans ini sudah membuat hidupmu berkecukupan.

Ide yang pertama kali digagas oleh Kevin Kelly di tulisan blog nya, berargumen kalau seorang artis, penulis buku, fotografer, umkm, dan jenis-jenis mata pencaharian lainnya bisa hidup berkecukupan dengan jumlah fans yang terbilang kecil.

Saya akan jelaskan di sini.

Pertama saya jelaskan dari isitilah True Fans atau fans sejati.

Para fans sejati ini yang akan terus-terusan membeli apapun yang kamu buat. Mungkin kamu akan sebuah buku, sebuah lukisan, buku cerita anak, novel grafis, musik, atau karya lainnya.

Misalnya kawan suka nih dengan penulis cerita horror di wattpad, kemudian dia menerbitkan buku, lalu kawan lihat di toko buku langganan, akhirnya beli.

Tiga bulan kemudian dia mengeluarkan novel grafis, dan kawan pun akhirnya membelinya karena menganggap cerita dari penulis itu wajib dikoleksi, meskipun sudah tahu ceritanya seperti apa. Inilah definisi True Fans atau fans sejati.

Mungkin kawan bertanya bagaimana perhitungan 1,000 fans sejati kok cukup?

Ide awalnya adalah tentang bagaimana menggapai “Smallest Viable Audiece” atau pemirsa yang secara jumlah kecil tapi memungkinkan dijadikan penghidupan.

Ide dari seribu fans sejati ini juga menjelaskan bagaimana kita tidak membuat sesuatu untuk kebanyakan orang.

Kita membuat sesuatu untuk sejumlah kecil orang, tidak untuk kebanyakan orang, dengan kata lain kita tidak membuat sebuah karya yang rata-rata atau biasa saja.

Ini juga berarti kita membuat karya yang berarti untuk mereka.

Ide ini muncul karena tidak semua produk,musik,  buku, atau karya jenis lain akan jadi populer. Ada cara lain untuk bisa hidup layak selain jadi populer.

baca juga : Kenapa pencerita ulung bisa menggerakan kita?

Lalu bagaimana perhitungan matematisnya?

Argumen seribu fans sejati bukan untuk mereka yang masih menggunakan perantara untuk menerbitkan karyanya.

Bukan untuk kamu yang menerbitkan buku lewat penerbitan konvensional .

Kalau kawan itu penulis yang masih menerbitkan buku dengan penerbitan konvensional, maka ide ini bukan untuk kamu karena penerbitan di Indonesia hanya memberikan royalti 10%.

Akan berbeda perhitungan royalti itu jika kawan adalah seorang penulis yang sudah punya base pembaca yang cukup banyak.

Ada juga pengecualian untuk karya yang terbit melalui Self Publish seperti NulisBuku atau penerbitan jenis baru seperti Indie Book Corner.

Di industri musik atau industri lainnya juga mungkin ada keadaan yang mirip? Entahlah silakan beropini di kolom komentar.

Asumsi dari ide ini adalah cukup menjual ke seseorang dan mendapatkan keuntungan, misalnya keuntungan seratus ribu rupiah dari seorang fans dalam satu tahun.

Jika kita bisa mendapatkan keuntungan seratus ribu rupiah dari seorang fans, maka 1.000 fans berarti anda mendapatkan seratus juta dalam setahun.

Untuk bisnis tertentu seperti fotografi misalnya, mungkin anda hanya perlu 20 true fans, dengan perhitungan harga yang lumayan, misalnya saja anda memasang harga delapan juta per sesi foto. Lalu anda mendapatkan keuntungan lima juta.

Begitu juga dengan musik atau buku. Mungkin bukan seribu true fans, tapi dua ribu atau seribu tiga ratus true fans yang anda perlukan untuk mendapatkan seratus juta rupiah dalam setahun.

1000 True Fans akan bisa membuatmu bertahan untuk berkarya
Grafik populer ini menunjukkan kalau jadi populer bukan segalanya, bagian populer adalah bagian best seller, sedangkan Long Tail adalah semua produk lainnya. ide tentang Long Tail ini disebut oleh pemred Wired pertama kali.

Saya jelaskan sedikit tentang grafik ini.

Bagian populer menunjukkan tentang best seller atau karya paling laku, dalam dunia buku bagian populer dihuni oleh J. K. Rowling, Dan Brown, dan J.R.R. Tolkin.

Dalam grafik long tail adalah bagian semua buku lain yang ada di sana. secara jumlah kamu total penjualan buku long tail mengalahkan jumlah populer.

Namun seperti yang sudah-sudah akan sulit menembus angka populer kalau kamu tidak unik.

Namun dengan perhitungan fans yang jumlahnya hanya sekitar seribu atau dua ribu orang itu sangat memungkinkan digapai dibanding dengan menjadi selebriti atau mencoba menjadi buku paling populer.

Baca juga: Soal pencurian konten dan mental para pembuat konten Indonesia

Kenapa kamu harus tertarik dengan gagasan 1000 true fans ini?

Dalam dunia pemasaran dan komunikasi dikenal istilah brand evangelist atau brand ambassador, mereka ini bukan massa bayaran, namun mereka rajin menjaga dan mengapresiasi sebuah merek.

Contohnya seperti fans pembaca Harry Potter yang yang mudah tersinggung kalau bicara novel fantasi yang lebih baik dari karangan J. K. Rowling ini.

Atau orang yang mendaulat Apple sebagai Digital Goods nomer satu, meskipun terkadang merek lain lebih baik dalam beberapa produk tapi fans sejati Apple tidak peduli, pokoknya Apple adalah nomer satu!

Mereka ini buka massa bayaran, tapi mereka adalah sekelompok orang yang mencintai merek tersebut sepenuh hati.

Mereka ini akan jadi orang yang rajin membagikan karyamu, apa pun itu.

Mereka dengan senang hati akan melakukan promosi tanpa dibayar, karena mereka sadar kalau karya kawan itu adalah sesuatu yang berarti buat mereka.

Dan hampir semua merek dagang, seniman besar, dan musisi populer memiliki para True Fans ini.

Dan kawan pun bisa membuat karya yang bisa menghasilkan True Fans.

Apakah gampang?

Tentu saja sulit.

Namun untuk membuat sebuah karya yang berarti ini jalan yang harus ditempuh. Namun saat ini makin banyak orang yang sudah ahli yang membagikan hal ini.

Bisa dibilang kalau kita mau, kita bisa memasuki masa keemasan dalam berkarya.

Alasan lain adalah era digital ini kita sudah streamline, jadi membangun audience atau pemirsa jauh lebih mudah dibanding dulu.

Menerbitkan karya sendiri dan mendistribusikan sudah jauh lebih mudah sekarang.

Jadi bagaimana kita memulainya?

Semua ini dimulai dengan membuat karya bagi sekelompok kecil orang.

Sangat penting untuk melihat mereka sebagai kelompok yang akan kamu abdikan diri, jangan melihat mereka sebagai sapi perah untuk mendapatkan keuntungan semata! Karena kamu mencoba membuat sebuah karya yang berarti.

Pemikiran untuk mengeruk keuntungan semata tidak akan membawamu jauh.

Ingat apa pun karya yang akan kamu hasilkan, pada dasarnya adalah tentang pertukuran value atau nilai.

Karya yang akan kamu buat ini akan berarti untuk orang-orang yang akan jadi true fans. Jadi kerjakan sebaik-baiknya jangan terburu-buru.

Misalnya kamu adalah penulis cerita horor, maka kamu membuat cerita horor yang menarik, layak dibaca, dan membuat pembacamu menikmati ketakutan yang kamu ciptakan.

Tapi kamu tidak menulis cerita itu agar viral, tidak menulis cerita itu agar bisa diterima banyak orang. Kamu menulis cerita itu untuk pembaca cerita horor garis keras.

Tapi gimana kalau cerita atau karyanya jelek?

Jelek atau gagal adalah sesuatu yang pasti ketika sedang belajar.

Hanya segelintir orang beruntung yang bisa membuat sesuatu yang disukai seketika. Kebanyakan dari kita tidak.

Kita perlu menempuh proses panjang untuk bisa membuat sebuah karya luar biasa, ini kenyatannya.

Sejauh apapun langkah kita, selalu dimulai dengan langkah pertama.

Jalani dulu, lalu konsisten, nanti pasti kawan akan menemukan jalan, jangan terlalu dipendam dalam pikiran.

Keluarkan karyamu dan buatlah hubungan dengan kelompok yang kamu tuju.

2 thoughts on “Miliki 1000 true fans maka kamu akan hidup berkecukupan”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap