(OPINI) Nakba Dan Palestina

Ketika membuat kaos Palestine 2009, kawanku membuat tulisan di balik baju itu. ‘Gaza City, Palestine. Dec 2008 – Jan 2009. In Memoriam Of Over Than 1,300 Moslems Massacred By Israel’s Troops. Most Of Them Are Woman and Children. But, Their Spirits Will Never Die!’ Mengenang satu dari sekian banyak pembantaian oleh Israel pada Palestina.

Memang, awal mula penjajahan Bangsa Yahudi terhadap Palestina tidak lepas dari Deklarasi Balfour 1917 yang diajukan negarawan Inggris, Arthur Balfour. Mendirikan Negara bagi Bangsa Yahudi di ‘Tanah Yang Dijanjikan’. Setelah itu berturut-turut migrasi dan pembantaian dilakukan pada orang-orang Palestina, hingga akhirnya Negara Israel didirikan pada 15 Mei 1948. Namun, banyak peristiwa yang seperti tidak saling terkait tapi berkelindan menghubungkan hingga terjadi Hari Nakba bagi warga Palestina tersebut.

3 Maret 1924 dihapuskannya sistem Khilafah oleh Mustafa Kemal Atatruk, dimana sistem Kekhalifahan Islam ini sendiri sudah bertahan selama 1342 tahun. Mustafa Kemal awalnya adalah ‘pahlawan’ bagi rakyat Turki yang sering dielu-elukan oleh media, hingga dia terpilih menjadi Presiden Republik Turki, atau Presiden pertama ketika sistem pemerintahan Turki menjadi Republik pada tahun 1923 itu. Mulanya dia memang masih mengakui berada di bawah Khalifah, namun 1 tahun berselang dia sendiri yang menghapusnya. Secara logika, walau tidak sama persis, sistem Kekhalifahan itu sedikit mirip dengan Vatikan di Roma. Dia menjadi tulang punggung pemersatu Agama, walau pengikutnya berasal dari berbagai daerah, suku bahkan negara yang berbeda. Bisa dibilang, setelah itu Umat Islam resmi tercerai berai.

Dalam bukunya, Hitler’s War. David Irving yang telah berpuluh-puluh tahun meneliti Hitler dan sepak terjangnya di Nazi Jerman. Berpendapat bahwa tanpa disadari, Hitler telah terjebak dalam ‘Konspirasi Besar’ yang direncanakan orang-orang Yahudi. Benar sebetulnya Hitler adalah pembenci Kaum Yahudi yang amat sangat. Menurutnya sistem Jerman dalam pemerintahan, ekonomi dan lain sebagainya rusak oleh orang-orang Yahudi, apalagi Negara Jerman sangat kesulitan akibat Perang Dunia I. Di tengah kesulitan Bangsanya tersebut dia melihat selain kepemilikan bank yang banyak dikuasai orang Yahudi, mereka juga hidup glamor sedangkan orang asli Jerman hidup menderita. Mulailah Hitler sering menyerukan Anti-Yahudi dalam karir politiknya. Saat dia menjadi Kanselir Jerman pada tahun 1933 dengan karir gemilang, banyak desakan tentang apa yang mesti dilakukan terhadap orang-orang Yahudi. Namun Hitler bergeming untuk melakukan hal yang radikal. Kemudian sebuah peristiwa pembunuhan di luar negeri terhadap menteri Jerman oleh orang Yahudi mengubah sikapnya menjadi lebih ekstrim. Lalu dengan berbagai sebab, tindakan-tindakan yang dilakukan oleh Hitler berbuntut migrasi besar-besaran orang Yahudi dari pelbagai wilayah ke Palestina.

Wilayah Palestina dari hari ke hari semakin menyusut. Dengan tahun-tahun yang berdekatan antara peristiwa setelah Deklarasi Balfour, lalu Hari Nakba hingga hari ini. Mengapa sampai saat ini masalah Palestina masih merupakan hal yang pelik, terutama bagi umat Islam? Menurutku ada 3 hal yang menjadi penyebabnya:

1. Umat Islam masih terpecah belah. Kekuatan yang masih minor membuat perjanjian secara telak menguntungkan pihak Israel. Jika kita ingin hasil yang 50 : 50 dalam kerjasama, kita harus mengeluarkan kekuatan yang sama seperti kekuatan yang mereka miliki, atau setidaknya akan mengancam keseimbangan jika kita menolak perjanjian tersebut.

2. Siasat yang cerdik dari Israel. Terlepas dari benar tidaknya teori David Irving tentang konspirasi besar dibalik pembunuhan orang Yahudi pada menteri Jerman yang berbuntut banyaknya Bangsa Yahudi di Palestina. Kita tahu bahwa Israel secara tidak terlihat terus menggerayang sedikit demi sedikit hingga wilayahnya sudah lebih dari 3/4 wilayah yang dulu merupakan milik Palestina. Lalu, Israel memulai pembantaian secara diam-diam sampai menjadi besar dan berkilah, sampai hampir seluruh dunia mengecam kemudian mereka berhenti dan siap berdamai. Begitu lagi secara terus-menerus.

3. Manipulasi kebenaran. ‘Kebenaran adalah kebohongan yang diulang 1000 kali’ pernah kubaca ini dalam sebuah buku. Walau tak sepenuhnya benar, tapi coba bayangkan jika seluruh media massa bergaung dalam satu suara, paradigma kita pun bisa terbalik. Bagaimana bisa satu Bangsa Israel tak lebih kejam dari sekelompok oknum atas nama Islam? Seluruh dunia barangkali sekarang ini sedang membenci Islam segenap hatinya sedangkan hanya beberapa gelintir saja yang membenci Israel dari lubuk hati, apa yang salah? Media, PBB dan banyak faktor yang membuat seakan-akan Israel terlepas dari kejahatan perang.

Jika sekelompok manusia di hutan yang telah tinggal bergenerasi-generasi disana bahkan dari sebelum negara merdeka, tiba-tiba mereka terusir oleh sebuah perusahaan yang mengantongi izin dari negara, siapa yang salah? Jika seorang tamu di rumahmu dan diizinkan tinggal bersamamu tiba-tiba mengusirmu karena dia ternyata dengan berbagai upaya mendapat hak atas rumah dan tanahmu, bagaimana sikapmu? Seperti orang Palestina yang membela kebenaran dan haknya. Lawan!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap