Tulisan R. M. Tirto Adhi Soerjo dalam pengantarnya ketika berdiri organisasi SDI, yang dikutip dari “Sang Pemula” Pramoedya Ananta Tour

Tuhan Yang Maha Kuasa sudah hidupkan pada kita sebagai manusia yang hidup bersama-sama dengan keperluan yang dibagi dua yaitu madhie wa maknawi. Madhie, yaitu makan, minum dan jaga badan kita. Maknawi berarti, setelah kita ketempatan madhie wajiblah kita menuntut segala pengetahuan, mencari kebenaran, dan senantiasa berdaya-upaya mencari keselamatan. Jika dimisalkan membikin rumah, senantiasa kita memelihara dan menghias rumah kita itu sampai pada sempurnanya. Batas sempurna tidak diperoleh sepanjang hidup kita, karena kesempurnaan itu di dunia tidak ada. Yang dikatakan sempurna pun belum menghampiri kesempurnaan sejati, hanya kesempurnaan semu. Dengan ikhtiar mencari kesempurnaan maka yang bodoh menjadi pintar, dengan senantiasa setiap waktu, sehari datang ke sehari saling tukar-menukar ikhtiar, kehinaan dan keutamaan akan menjadi pemimpin kita yang membawa ke jalan yang benar dalam memperoleh keselamatan. Jika ikhtiar sudah mendapat kesempatan maka diperoleh dari Tuhan kekuatan badan dan kesempurnaan pikiran. Dengan lain perkataan kekuatan orang yang segar berada pada badan yang kuat. Jika otak yang segar berada pada badan yang kuat, jika dua jenis kekuatan itu sudah ada inilah yang dinamaka sai (= arab. kurang lebih berarti: kemanunggalan antara profesi dengan pribadi), bekerja dengan senang hati. 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap